Yang lebih mengesankan, tim tersebut berhasil membuat prototipe sel kantong (pouch cell) praktis dengan densitas energi sebesar 549 watt-jam per kilogram, hampir dua kali lipat dari kebanyakan baterai drone standar yang digunakan saat ini.
"Bagi drone, hal ini sangat penting. Densitas energi yang lebih tinggi berarti durasi terbang yang lebih lama, kapasitas muatan yang lebih besar, dan jangkauan operasional yang lebih luas. Drone pengiriman dapat terbang lebih jauh untuk mengantarkan paket. Drone inspeksi jaringan listrik dapat menjangkau lebih banyak menara dalam sekali jalan. Drone pencarian dan penyelamatan dapat bertahan di udara lebih lama saat setiap menit sangat berharga," papar Zhou.
Tim tersebut meyakini strategi desain molekuler mereka juga dapat diterapkan pada bidang-bidang lain, termasuk baterai alir (flow battery), baterai lithium-logam, dan bahkan proses daur ulang baterai langsung, demikian warta Xinhua.