Sebuah gencatan senjata kemudian diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti dengan pembicaraan di Islamabad pada 11-12 April. Namun, perundingan tersebut gagal mencapai kesepakatan . Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas, atas permintaan Pakistan.
Teheran pada Kamis (30/4/2026) mengajukan proposal baru kepada Pakistan untuk diteruskan ke AS, dalam upaya terakhir mencapai kesepakatan mengakhiri perang. Namun, Presiden Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal tersebut.
"Pada saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan," ujar Trump kepada wartawan, menyalahkan kebuntuan negosiasi pada "perselisihan besar" dalam kepemimpinan Iran.
"Apakah kita ingin pergi dan menghancurkan mereka dan menghabisi mereka selamanya, atau kita ingin mencoba membuat kesepakatan?" tambah Trump, seraya mengatakan ia lebih memilih untuk tidak mengambil opsi pertama atas dasar kemanusiaan.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei melontarkan peringatan keras bahwa setiap pihak yang mencoba ikut campur di kawasan Teluk Persia akan berakhir di dasar laut.
Ia juga mengumumkan peraturan baru di wilayah pesisir Teluk dan Selat Hormuz, di mana Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan menguasai hampir 2.000 kilometer garis pantai.