Beranda Daerah Dokter Magang Myta Aprilia Meninggal di May Day, Diduga 3 Bulan Tanpa Libur

Dokter Magang Myta Aprilia Meninggal di May Day, Diduga 3 Bulan Tanpa Libur

Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsri (IKA FK Unsri) telah mengirim surat resmi kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tertanggal 30 April 2026, atau sehari sebelum Myta meninggal. Surat tersebut mengungkap sejumlah temuan mengkhawatirkan terkait kondisi kerja Myta.

0
Ucapan BEla Sungkawa untuk dr. Myta Aprilia (Istimewa/Tirto.id)

CARAPANDANG - Seorang dokter magang (internship) bernama dr. Myta Aprilia Azmy (24) meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) bertepatan dengan Hari Buruh Internasional atau May Day. Dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) itu diduga meninggal akibat beban kerja berlebih yang tidak manusiawi, termasuk bekerja selama tiga bulan tanpa hari libur.

Myta menjalani program internship di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Sebelum meninggal, kadar oksigennya sempat turun drastis di bawah 80 persen. Ia kemudian dilarikan ke RSUP Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk menjalani perawatan intensif, namun akhirnya tak tertolong.

Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsri (IKA FK Unsri) telah mengirim surat resmi kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tertanggal 30 April 2026, atau sehari sebelum Myta meninggal. Surat tersebut mengungkap sejumlah temuan mengkhawatirkan terkait kondisi kerja Myta.

Berikut empat dugaan pelanggaran yang diungkap IKA FK Unsri :

1. Pelanggaran regulasi jam kerja – Myta diduga menjalani beban kerja tidak manusiawi, yakni tiga bulan tanpa libur di bangsal maupun Instalasi Gawat Darurat (IGD). Padahal aturan Kemenkes membatasi jam kerja dokter internship maksimal 40-48 jam per minggu atau delapan jam per hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait