Tinjauan ilmiah tahun 2024 juga menyimpulkan bahwa kesalahan penyimpanan selama proses memasak, mendinginkan, dan memanaskan kembali merupakan penyebab penting keracunan B. cereus terkait nasi.
Panduan amannya, kalau tidak langsung dimakan, dinginkan dalam waktu kurang dari 1 jam, simpan di bawah 5 derajat Celsius selama maksimal satu hari, kemudian panaskan hingga lebih dari 70 derajat Celsius dan jangan dipanaskan berulang kali.
Nasi atau pasta yang semalaman berada di meja atau di rice cooker yang sudah mati sebaiknya dibuang. Memanaskannya sampai mengepul bukan cara untuk menghilangkan risiko yang sudah terbentuk selama penyimpanan.
5. Lauk, daging, seafood, dan sup yang terlalu lama di luar kulkas
Ayam goreng, rendang, sup, telur matang, seafood, dan lauk lain yang mudah rusak juga memiliki batas waktu.
Pada rentang sekitar 5–60 derajat Celsius, bakteri penyebab penyakit dapat berkembang dengan cepat. Pedomannya, makanan yang mudah rusak tidak boleh dibiarkan pada suhu ruang lebih dari 2 jam, atau lebih dari 1 jam jika suhu lingkungan melampaui 32 derajat Celsius.
Beberapa mikroorganisme juga menghasilkan toksin yang tahan panas. Tinjauan tentang Staphylococcus aureus, misalnya, menunjukkan bahwa enterotoksinnya memiliki ketahanan terhadap panas yang cukup tinggi.
Untuk makanan yang sejak awal disimpan di kulkas dengan benar, anjuran umumnya sebagian besar makanan matang sisa dihabiskan dalam 3–4 hari.