CARAPANDANG - Gelombang serangan udara kembali menghantam wilayah perbatasan antara Iran dan Irak seiring dengan meningkatnya laporan mengenai rencana Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk memobilisasi pasukan Kurdi guna membuka front baru dalam perang melawan Tehran.
Mengutip laporan Al Jazeera, pada hari Rabu dan Kamis, rentetan serangan dilaporkan menghantam pos-pos militer, pos perbatasan, dan kantor polisi di sisi barat Iran, khususnya di wilayah Kurdistan Iran.
Kantor berita resmi Iran, Press TV, mengonfirmasi bahwa pihak militer melakukan operasi yang menargetkan kelompok separatis anti-Iran di seberang perbatasan Irak, tanpa merinci lokasi pasti serangan tersebut.
Laporan lokal menyebutkan bahwa serangan menghantam markas kelompok bersenjata Kurdi Iran, Komala, di Provinsi Sulaimaniyah, Irak utara.
Serangan ini terjadi di tengah intensifnya pembahasan mengenai keterlibatan pasukan Kurdi dalam konflik. Sejumlah pejabat Kurdi dan Irak mengungkapkan bahwa pasukan pro-Amerika dari kelompok Kurdi Iran yang berbasis di Irak tengah bersiap untuk melakukan kemungkinan incursion ke wilayah Iran.
Seorang pejabat Amerika yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan kepada Fox News bahwa ribuan pejuang Kurdi Irak telah memulai serangan darat di dalam Iran.
Seorang sumber dari Koalisi Kekuatan Politik Kurdistan Iran juga menyatakan kepada i24News bahwa pergerakan militer darat oleh pasukan Kurdi melawan Iran telah dimulai sejak tengah malam tanggal 2 Maret.