Sementara itu, otoritas Kurdistan Irak berusaha menjaga jarak dari konflik. Deputi Perdana Menteri Kurdistan Irak, Qubad Talabani, menegaskan bahwa wilayahnya bukan bagian dari konflik regional, dan mengadopsi sikap netral.
Presiden Nechirvan Barzani juga menekankan bahwa Kurdistan tidak boleh menjadi bagian dari konflik atau eskalasi militer apa pun.
Para analis memperingatkan bahwa eskalasi ini berisiko memicu perang saudara yang kacau di Iran dan ketegangan regional yang lebih luas, termasuk dengan Turki yang menganggap milisi Kurdi sebagai organisasi teroris.
Di sisi lain, serangan balasan Iran juga meluas, dengan laporan serangan rudal dan drone terhadap aset-aset AS dan Israel di kawasan Teluk, serta serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk Persia.