POHUWATO, CARAPANDANG – Puluhan penambang tradisional yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan Sungai Kaya, lokasi tambang Nanasi, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, kembali menyampaikan keluh kesah mereka kepada Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati, Senin (03/08/2026).
Dalam pertemuan itu, para penambang mengaku terus mengalami tekanan setelah talang-talang yang mereka gunakan untuk menambang berulang kali dibongkar oleh pihak perusahaan. Padahal, menurut mereka, alasan pembongkaran tersebut dikaitkan dengan rencana pembangunan bendung yang hingga kini belum juga dimulai.
Mereka menjelaskan bahwa aktivitas yang terlihat di lapangan baru sebatas pembangunan bronjong di sepanjang aliran Sungai Kaya, sementara pembangunan bendung yang menjadi dasar penertiban talang belum menunjukkan tanda-tanda pelaksanaan.
Selain itu, para penambang juga mengeluhkan material hasil pengerukan dari Sungai Kaya yang diangkut oleh perusahaan.
Meski mereka berusaha kembali membangun talang baru untuk melanjutkan aktivitas menambang, talang tersebut kembali dibongkar. Kondisi itu terus dialami oleh puluhan penambang yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup di kawasan tersebut.