Beranda Kolom Konflik Timur Tengah Berpotensi Lemahkan Daya Tarik Aset Dolar AS sebagai Aset Lindung Nilai

Konflik Timur Tengah Berpotensi Lemahkan Daya Tarik Aset Dolar AS sebagai Aset Lindung Nilai

Seorang trader tampak bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange di New York, Amerika Serikat, pada 12 Desember 2025. (Xinhua/Liu Yanan)

0
Xinhua

oleh penulis Xinhua Fu Yunwei, Yang Hui, Ma Zegang

CARAPANDANG.COM, ISTANBUL -- Meningkatnya ketegangan yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat (AS) menimbulkan keraguan terhadap daya tarik tradisional aset berdenominasi dolar AS sebagai aset lindung nilai (safe-haven), karena risiko geopolitik kian memengaruhi penetapan harga aset global dan arus modal global.

   Para analis pasar memperingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan dapat mengikis kepercayaan terhadap aset-aset dolar AS melalui sejumlah jalur, termasuk eksposur perusahaan-perusahaan AS yang signifikan di kawasan tersebut, potensi tekanan inflasi yang dipicu energi yang bisa mengganggu kebijakan Federal Reserve (The Fed) AS, serta peningkatan kerentanan struktural di pasar keuangan AS.

   Sejak eskalasi terbaru, indeks dolar AS hanya menguat secara moderat, kenaikannya pun terbatas, dan tidak semua aset berdenominasi dolar AS mendapatkan manfaat secara merata.

   Menurut kutipan Reuters dari data Emerging Portfolio Fund Research yang berbasis di AS, dana obligasi pasar emerging global mencatat arus keluar bersih sekitar 1,1 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.967) pada pekan yang berakhir 11 Juni. Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur greenback, sebutan untuk mata uang dolar AS, terhadap enam mata uang utama, turun 0,13 persen pada 17 Juni dan ditutup di angka 99,574.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait