Beranda Kolom Konflik Timur Tengah Berpotensi Lemahkan Daya Tarik Aset Dolar AS sebagai Aset Lindung Nilai

Konflik Timur Tengah Berpotensi Lemahkan Daya Tarik Aset Dolar AS sebagai Aset Lindung Nilai

Seorang trader tampak bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange di New York, Amerika Serikat, pada 12 Desember 2025. (Xinhua/Liu Yanan)

0
Xinhua

   Kekhawatiran utama lainnya adalah apakah konflik tersebut akan mengubah arah kebijakan The Fed. Sebelum eskalasi, The Fed telah mengisyaratkan potensi penurunan suku bunga di bawah tekanan dari pemerintahan AS untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, jika konflik itu mendorong harga energi global ke dalam lonjakan berkepanjangan, The Fed mungkin terpaksa menunda rencana pelonggarannya.

   Menambah ketidakpastian tersebut, Patrick Minford, profesor ekonomi terapan di Cardiff Business School di Inggris, menyampaikan bahwa kepercayaan terhadap aset dolar AS juga tertekan oleh ketidakpastian kebijakan domestik. Defisit fiskal AS yang persisten dapat mengikis kepercayaan terhadap obligasi Treasury AS jangka panjang, sementara kenaikan imbal hasil obligasi mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap inflasi dan arah kebijakan.

   Sementara itu, kerentanan struktural di pasar keuangan AS semakin menjadi sorotan. Financial Times baru-baru ini melaporkan bahwa permintaan penarikan dana (redemption) untuk dana unggulan Cliffwater yang berbasis di AS melonjak hingga mencapai 14 persen dari total ukuran dananya pada kuartal pertama, jauh melampaui batas kuartalan sebesar 5 persen yang ditetapkan oleh regulator. Perusahaan-perusahaan besar di Wall Street, termasuk BlackRock, Blackstone, Morgan Stanley, dan perusahaan kredit swasta Blue Owl, juga menghadapi gelombang penarikan dana oleh investor, yang memicu pembatasan penarikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait