CARAPANDANG - Kementerian Pertahanan (Kemhan) tengah menyiapkan pelaksanaan gelombang kedua Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Merah Putih, meskipun pada gelombang pertama terjadi kasus kematian peserta.
Sekretaris Jenderal Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan jadwal pembukaan gelombang kedua masih menunggu hasil rapat panitia pusat yang digelar pada Jumat (31/7/2026).
Meski demikian, Kemhan telah menyiapkan para peserta dalam talent pool untuk mengikuti diklat tahap berikutnya.
"Kuotanya mungkin beda sedikit saja," ujar Tri Budi usai upacara penutupan Diklat SPPI gelombang pertama di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan kuota gelombang kedua kemungkinan lebih sedikit karena penerimaan gelombang pertama memang dipersiapkan untuk penempatan awal.
Keputusan Kemhan melanjutkan program ini menuai sorotan publik. Pada gelombang pertama yang berlangsung 17 Juni hingga 31 Juli 2026, tercatat lima peserta calon manajer Kopdes Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil).
Kelima peserta yang meninggal adalah Yonanda Muhammad Taufiq (henti jantung), Anisa Muyassaroh (heat stroke), Novia Rahmadhani Sihotang (tuberkulosis aktif), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (pneumonia), dan Nola Dya Sari (sesak napas dan demam).
Kemenhan menyatakan seluruh peserta telah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan sebelum mengikuti pelatihan.