Beranda Warta Kementerian Enam Dokter Internship Meninggal, Kemenkes Akan Skrining Kesehatan Massal

Enam Dokter Internship Meninggal, Kemenkes Akan Skrining Kesehatan Massal

Pemeriksaan kesehatan massal akan mencakup medical check-up (MCU), pemeriksaan fisik dan laboratorium, foto rontgen thoraks, serta skrining kesehatan jiwa.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengadakan skrining kesehatan bagi 10.564 peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) mulai awal Agustus 2026 sebagai respons atas enam kasus kematian dokter magang sepanjang tahun ini.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil audit dan investigasi tim gabungan dari Kemenkes, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI), mayoritas kematian disebabkan oleh penyakit yang diderita para dokter muda tersebut.

Dari enam kasus, ditemukan satu kasus yang berkaitan dengan aspek tata kelola, yaitu adanya kelebihan jam kerja atau overtime.

"Berdasarkan beberapa hasil audit tim investigasi, sebenarnya penyebab kematian 6 dokter internship itu karena sakit. Sekali lagi karena sakit. Kondisi sakit yang diderita," kata Yuli dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Pemeriksaan kesehatan massal akan mencakup medical check-up (MCU), pemeriksaan fisik dan laboratorium, foto rontgen thoraks, serta skrining kesehatan jiwa.

Seluruh peserta akan dibebastugaskan sementara pada 30 Juli hingga 14 Agustus 2026 agar mereka tidak kelelahan sehingga hasil tes kesehatan valid.

Selain skrining kesehatan, Kemenkes juga memperketat aturan jam kerja dokter magang melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/594/2026 yang mengatur jam kerja maksimal 40 jam per minggu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait