Beranda Umum Dari Maluku ke Hainan, Daun Pandan Menemukan Kehidupan Baru

Dari Maluku ke Hainan, Daun Pandan Menemukan Kehidupan Baru

0
Dari Maluku ke Hainan, Daun Pandan Menemukan Kehidupan Baru

CARAPANDANG - Di Indonesia, daun pandan dikenal sebagai "jiwa hijau" dapur. Beberapa lembar daun pandan yang digunakan dalam kue lapis, ketan, atau hidangan penutup dingin sudah cukup untuk memberikan aroma khas yang mengingatkan pada wangi nasi yang dibungkus menggunakan daun bambu.

   Tidak banyak orang mengetahui bahwa daun istimewa yang berasal dari Kepulauan Maluku itu kini tumbuh subur ribuan kilometer jauhnya di Hainan, China selatan.

   Sejak tahun 1950-an, warga China perantauan yang kembali dari Indonesia dan berbagai wilayah lainnya menetap di Xinglong, sebuah kawasan di Wanning, Provinsi Hainan, serta membawa tradisi kuliner berbahan dasar pandan ke daerah tersebut.

   "Ketika masih kecil, kami selalu menanam beberapa pohon pandan di halaman. Setiap kali membuat kue Nyonya atau memasak kari, kami tinggal memetik beberapa lembar. Aroma itu adalah aroma rumah," kenang Liang Jinhua, warga China perantauan yang kembali menetap di Xinglong.

   Keluarga Liang membuka Restoran Indonesia Isana di Xinglong. Pada Februari 2023, restoran tersebut memperoleh sertifikasi sebagai "Restoran Pelestari Cita Rasa Kuliner Indonesia" dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Guangzhou.

Foto tanpa keterangan tanggal ini menunjukkan kue lapis pandan, salah satu makanan populer di Hainan, China selatan, yang dibuat menggunakan daun pandan dan bahan-bahan lainnya. (Xinhua)

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait