Lembaga tersebut terpaksa mengurangi jatah makanan bagi masyarakat yang terancam kelaparan di Sudan, dan kini hanya mampu membantu satu dari empat anak yang mengalami kekurangan gizi akut di Afghanistan, yang merupakan pusat krisis malanutrisi terburuk di dunia, kata Skau.
Skau juga menyatakan kekhawatiran atas terganggunya pasar pupuk global akibat "hampir terhentinya" Selat Hormuz, jalur penting bagi seperempat pasokan pupuk dunia.
Skau menekankan lonjakan biaya pangan dan bahan bakar global "dapat membuat jutaan keluarga tidak mampu membeli makanan pokok," serta memperingatkan bahwa negara-negara yang bergantung pada impor akan terdampak paling parah.
Seorang pria pengungsi beristirahat di halaman sebuah sekolah yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan di Provinsi Hasakah, Suriah timur laut, pada 29 Januari 2026. (Carapandang/Xinhua/Str)