“Insyaallah tahun depan kegiatan ini bisa lebih meriah lagi dengan tambahan berbagai jenis lomba, sehingga generasi muda kita semakin termotivasi untuk meningkatkan nilai-nilai keislaman,”tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti peran penting Masjid Al-Mujahidin yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan sarana mempererat persatuan masyarakat.
“Festival Ramadan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga di Kabupaten Pohuwato,”tutup Wabup Iwan Adam.
Sebelumnya, Kepala Desa Marisa Utara, Ilham Langgango, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan Festival Ramadan ini diselenggarakan oleh remaja muda bersama Takmirul Masjid Al-Mujahidin sebagai upaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan minat mereka di bidang keagamaan.
Ia mengungkapkan, festival tersebut diikuti oleh 86 peserta yang berasal dari berbagai kalangan anak dan remaja di wilayah Kecamatan Marisa. Para peserta mengikuti empat kategori lomba, yakni dai cilik, tahfiz Al-Qur’an, busana muslim, dan azan.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi adik-adik kita untuk menyalurkan potensi dan meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam sejak usia dini,”kata Ilham.