Sementara itu, Iran membantah adanya tekanan dari negara-negara Teluk. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa hingga kini tidak ada negosiasi langsung antara Teheran dan Washington, meskipun ada komunikasi tidak langsung melalui sejumlah negara mediator.
Para pengamat menilai bahwa serangan Iran terhadap fasilitas energi di Arab Saudi, Kuwait, UEA, dan Qatar telah mendorong negara-negara Teluk untuk semakin bersatu dalam menghadapi Teheran.
Namun, keputusan untuk secara terbuka mengerahkan militer masih menjadi pertimbangan berat karena dapat membawa konsekuensi yang lebih luas bagi stabilitas kawasan.