"Tidak adil, belum pernah terjadi sebelumnya, dan tidak dapat diterima yang mencoreng nama baik sepak bola Afrika," tulis FSF.
FSF menegaskan akan segera menempuh jalur hukum dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne.
"Untuk membela hak-haknya dan kepentingan sepak bola Senegal, Federasi akan segera memulai prosedur banding di hadapan CAS," tulis FSF.
Bek Senegal, Moussa Niakhaté, juga meluapkan kekecewaannya melalui media sosial. Pemain Olympique Lyonnais itu mengunggah foto dirinya memegang trofi Piala Afrika disertai keterangan, "Datang dan ambil ini. Mereka gila".
Keputusan ini mengakhiri polemik panjang yang menyelimuti final AFCON 2025 dan secara resmi menjadikan Maroko sebagai juara Piala Afrika untuk pertama kalinya sejak tahun 1976 . FSF memiliki waktu 10 hari sejak putusan untuk mengajukan banding ke CAS.