CARAPANDANG - Untuk pertama kalinya, Iran menggunakan rudal balistik canggih bernama "Haj Qasem" dalam serangan terhadap Israel dan basis-basis militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, demikian dilaporkan kantor berita Fars mengutip pernyataan Garda Revolusi Iran (IRGC), Selasa (17/3).
IRGC menyatakan rudal tersebut diluncurkan dalam rangkaian operasi militer terbaru, termasuk fase ke-59 operasi "True Promise 4", yang menargetkan pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, serta wilayah Kurdistan Irak.
Garda Revolusi juga melaporkan serangan terhadap sejumlah kota di Israel, meliputi Tel Aviv, Yerusalem Barat, dan Beit Shemesh.
Rudal Haj Qasem merupakan rudal balistik taktis berbahan bakar padat yang diperkenalkan pada tahun 2020. Rudal ini dinamai untuk menghormati Jenderal Qasem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds yang tewas dalam serangan drone Amerika Serikat pada tahun yang sama.
Menurut spesifikasi yang dirilis IRGC, rudal ini memiliki jangkauan sekitar 1.400 kilometer dan dirancang sebagai senjata pemandu presisi tinggi yang mampu menghindari sistem pertahanan udara tercanggih sekalipun, seperti THAAD buatan AS dan Patriot yang digunakan Israel.
Rudal ini dilengkapi dengan kendaraan luncur hulu ledak bermanuver serta sistem pencari optik dan inframerah yang tidak bergantung pada GPS, sehingga tetap akurat meski dalam kondisi gangguan elektronik.