Dari total sepuluh korban yang ditemukan, Basarnas menyebutkan bahwa sebagian korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh atau berupa potongan tubuh (body part). Hingga kini, beberapa korban masih dalam proses evakuasi dari lokasi kejadian.
“Sekarang kita mengupayakan proses evakuasi,” ujar Andi Sultan singkat.
Sepanjang proses evakuasi, sejumlah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI Polri.
Dari hasil identifikasi awal, dua korban telah berhasil dikenali, yakni Florencia yang merupakan pramugari pesawat ATR 42-500 dan Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Proses identifikasi terhadap korban lainnya masih terus dilakukan sesuai prosedur.