Di Jerman, dampak harga langsung terasa. Harga solar kembali naik tajam menyusul kenaikan di akhir pekan lalu, sementara para analis memperingatkan pergerakan harga pasar dapat jauh melebihi penurunan pasokan yang mendasar.
Arne Lohmann Rasmussen, kepala analis di perusahaan investasi Denmark Global Risk Management, mengatakan pasar mungkin meremehkan risiko penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan.
Stephen Dover, kepala Franklin Templeton Institute, mengungkapkan biaya pengiriman kini meningkat dan asuransi menjadi pendorong utama, dengan beberapa laporan menyebutkan peningkatan biaya per perjalanan mencapai 50 persen.
Seorang anggota pasukan keamanan dan penyelamatan Israel bekerja di lokasi tempat rudal balistik yang ditembakkan dari Iran menghantam dan menyebabkan kerusakan di Tel Aviv, Israel, pada 1 Maret 2026 dini hari waktu setempat. (Carapandang/Xinhua/JINI/Gideon Markowicz)
Di Italia, industri bahan bakar sedang bersiap menghadapi tekanan berkepanjangan. Gianni Murano, presiden Unem, sebuah asosiasi yang mewakili perusahaan bahan bakar, mengatakan kepada media lokal bahwa harga solar naik 10 sen euro (1 euro = Rp19.643), atau 0,12 dolar AS, per liter, meningkat 18 persen. Murano memperingatkan bahwa durasi konflik akan menjadi penentu.