Hal itu mencerminkan semakin terkikisnya hukum internasional dan melemahnya mekanisme multilateral, kata Armin Krzalic, seorang pakar keamanan dari Bosnia dan Herzegovina, yang juga memperingatkan bahwa normalisasi tindakan militer sepihak dapat kian memecah belah tatanan internasional dan meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.
CARAPANDANG.COM, LONDON/BRUSSEL -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengkritik Inggris dan Spanyol karena menolak mendukung serangan AS-Israel terhadap Iran. Ini memperlihatkan semakin dalamnya keretakan di dalam aliansi transatlantik.
Keretakan itu kian melebar pada Selasa (3/3) setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan operasi militer tersebut dilakukan "di luar hukum internasional" dan tidak dapat disetujui oleh Prancis, meskipun Washington menekan sekutu-sekutu Eropa untuk menunjukkan solidaritas.
KESENJANGAN TRANSATLANTIK YANG KIAN MELEBAR
Dibandingkan dengan koordinasi cepatnya saat konflik Rusia-Ukraina pecah, reaksi Eropa kali ini tampak sangat berhati-hati, tidak merata, dan dalam beberapa kasus, secara terbuka bersifat kritis.
Bahkan di berbagai ibu kota negara-negara Eropa yang memiliki kekhawatiran sama tentang kemampuan rudal dan drone Iran, banyak yang berhati-hati untuk menekankan pentingnya "menahan diri," "berdiplomasi," dan melindungi warga sipil, alih-alih mendukung kampanye militer itu.