Beranda Internasional Serangan Israel terhadap Pusat Kebudayaan Rusia di Lebanon Selatan Merupakan "Agresi Tanpa Provokasi"

Serangan Israel terhadap Pusat Kebudayaan Rusia di Lebanon Selatan Merupakan "Agresi Tanpa Provokasi"

Asap mengepul dari Lebanon selatan menyusul serangan Israel, seperti yang terlihat dari Israel utara pada 8 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/JINI/Ayal Margolin)

0
Xinhua

Alexander Sorokin, kepala Rumah Rusia (Russian House) di Beirut, mengatakan kepada surat kabar Izvestia bahwa lebih dari 800.000 orang telah mengungsi dari Lebanon selatan ke wilayah utara negara itu sejak eskalasi baru-baru ini di Timur Tengah.

CARAPANDANG.COM, MOSKOW, 10 Maret (Xinhua) -- Penghancuran sebuah pusat kebudayaan Rusia di Nabatieh, Lebanon Selatan, akibat serangan Israel merupakan tindakan "agresi tanpa provokasi," demikian disampaikan badan promosi kebudayaan Rusia, Rossotrudnichestvo, pada Senin (9/3).

   Menurut badan tersebut, sebuah gedung pusat kebudayaan Rusia di Nabatieh hancur akibat serangan militer Israel.

   Direktur pusat itu, Asaad Diya, dilaporkan masih hidup dan dalam keadaan aman, kata badan tersebut.

   Kantor perwakilan resmi badan itu di Beirut tetap beroperasi, tambah badan tersebut.

   Alexander Sorokin, kepala Rumah Rusia (Russian House) di Beirut, mengatakan kepada surat kabar Izvestia bahwa lebih dari 800.000 orang telah mengungsi dari Lebanon selatan ke wilayah utara negara itu sejak eskalasi baru-baru ini di Timur Tengah, seraya menambahkan bahwa sekolah, stadion, dan pusat-pusat kota telah diubah menjadi tempat penampungan sementara bagi para pengungsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait