Beranda Kolom Sekolah Aman dan Nyaman, Motivasi Belajar Pun Meningkat

Sekolah Aman dan Nyaman, Motivasi Belajar Pun Meningkat

Menghadirkan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman jangan sampai hanya menjadi slogan. Namun, harus diwujudkan nyatakan dalam proses pembelajaran di sekolah.

0
Istimewa

Berdasarkan data Pusiknas Bareskrim Polri, dalam lima hari pertama Februari 2026 saja, terdapat 267 laporan kekerasan terhadap anak yang masuk ke kepolisian. Artinya, rata-rata lebih dari 50 laporan setiap hari. Lokasi kejadian pun beragam yakni di sekolah, rumah, hingga fasilitas umum.. Dan secara demografis, korban perundungan terbanyak didominasi oleh siswa Sekolah Dasar (26%), disusul siswa SMP (25%), dengan bentuk kekerasan fisik (55,5%) sebagai modus paling umum.

Jika membaca data tersebut maka sangat tepat jika Kemendikdasmen tergerak untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dari tindakan pembullyan, khususnya di dunia pendidikan.  Sebab, di sekolah lah mereka harus mendapatkan keamanan sehingga mereka akan riang gembira dalam mengikuti proses pembelajaran.

Kekerasan terhadap anak bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Ia sering terjadi di ruang-ruang terdekat dengan kehidupan anak, termasuk sekolah—tempat yang seharusnya menjadi lingkungan aman untuk belajar dan tumbuh.

Karena itu, perlindungan anak tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar perlu hadir sebagai sistem pendukung yang saling menguatkan. Ketika anak mengalami perundungan atau kekerasan, respons cepat dan pendampingan yang tepat dapat mencegah dampak yang lebih besar, baik secara psikologis maupun sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait