Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Delni Putra memaparkan pendekatan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, yang tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga mendorong kemandirian lingkungan di tingkat masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Rida menyatakan dukungan penuh terhadap kedua inovasi tersebut. Ia menilai peningkatan literasi dan numerasi merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, strategi pengelolaan sampah dari hulu dinilai mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Ini dua hal penting, pembangunan manusia dan pengelolaan lingkungan, yang harus berjalan beriringan untuk mewujudkan Payakumbuh yang lebih maju,” ungkapnya.
PKN Tingkat II sendiri berlangsung sejak 2 Maret hingga 12 Juli 2026 dan diikuti oleh Pejabat Tinggi Pratama dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Pelatihan ini mengusung tema Kepemimpinan Adaptif untuk Mewujudkan Organisasi Publik yang Resilien Melalui Manajemen Risiko dan Inovasi Pelayanan Publik, yang mencerminkan kebutuhan birokrasi modern yang lincah, inovatif, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. (MC)