Kerangka kerja sama ini mencakup promosi dan fasilitasi investasi, penguatan rantai pasok mineral dan logam berkelanjutan, pertukaran pengetahuan dan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG).
Selanjutnya, pengembangan teknologi bersih (cleantech), peningkatan tata kelola industri hilir, hingga penyelenggaraan misi bisnis, seminar, pameran, pelatihan, dan business matching.
Adapun selama periode 2021 hingga triwulan I 2026, realisasi investasi Swiss di Indonesia mencapai sekitar 1,33 miliar dolar AS. Sektor industri makanan, transportasi dan pergudangan, telekomunikasi, serta industri kimia dan farmasi menjadi kontributor utama investasi tersebut.
Penguatan hubungan ekonomi kedua negara turut didukung melalui implementasi Indonesia–European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA), yang memberikan kepastian dan kemudahan bagi pelaku usaha kedua negara.