CARAPANDANG – Iran terlihat sangat berhati-hati untuk kembali membuka perundingan dengan Amerika Serikat.
Hal ini diungkapkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News yang dikutip pada Senin, 16 Maret 2026.
Kehati-hatian tersebut dapat terlihat dari keraguan para pejabat Iran untuk kembali ke meja perundingan karena merasa sebelumnya telah dua kali ditipu ketika menempuh proses negosiasi.
“Baru-baru ini, warga Iran mengatakan kepada saya bahwa mereka waspada untuk melakukan negosiasi dengan AS karena mereka merasa pada dasarnya mereka telah ditipu dua kali,” kata Prabowo.
Saat ini, kata Prabowo posisi Iran dalam situasi perang yang tidak seimbang. Dalam konflik semacam itu, negara yang berada di bawah tekanan militer besar cenderung hanya berfokus pada upaya bertahan.
“Dalam perang asimetris, mereka benar-benar hanya perlu bertahan hidup,” kata Prabowo.
Ketegangan kawasan meningkat setelah Oman memediasi perundingan nuklir terbaru antara Tehran dan Washington terkait isu Iran.
Namun proses tersebut runtuh setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian memicu aksi balasan berupa serangan drone dan rudal ke sejumlah target di kawasan.