Berdasarkan sumber penegak hukum yang dikutip CBS News, Cole Allen mengaku mengincar para pejabat dalam pemerintahan Presiden Trump.
Namun, ia tidak secara spesifik menyebut Trump sebagai target tunggal, melainkan merujuk secara umum pada pejabat pemerintahan.
Dinas Rahasia AS menyebut pelaku sebagai "a coward" yang mencoba menciptakan tragedi nasional.
"Dia meremehkan kemampuan perlindungan Dinas Rahasia AS, dan dihentikan pada kontak pertama," demikian pernyataan Wakil Direktur Matthew Quinn.
Kepala Kepolisian Washington Jeff Carroll menyatakan bahwa hingga saat ini pelaku diduga bertindak sendiri (lone actor). "Tidak ada indikasi bahaya lebih lanjut bagi publik," tegasnya.
Jaksa AS Jeanine Pirro menyatakan bahwa Cole Thomas Allen akan dihadapkan ke pengadilan pada Senin (27/4/2026). Ia akan menghadapi sejumlah dakwaan terkait penembakan, kepemilikan senjata api ilegal, serta upaya pembunuhan terhadap pejabat federal.
Acara WHCA yang sempat berlangsung kacau tersebut akan dijadwalkan ulang dalam 30 hari ke depan. Sementara itu, FBI dikerahkan untuk menyelidiki secara menyeluruh latar belakang tersangka.
Presiden Trump dalam keterangannya menyebut pelaku sebagai "a very sick person" dan mengajak seluruh rakyat Amerika untuk menyelesaikan perbedaan secara damai. "Malam ini, seorang pengecut mencoba menciptakan tragedi nasional, tetapi mereka gagal," tegas Trump.