Meski pengujiannya dilakukan pada tikus, jaringan yang digunakan dibuat dari sel manusia. Tim peneliti itu kini sedang beralih ke uji coba pada hewan berukuran besar sebagai langkah menuju penggunaan klinis pada manusia.
Menurut pernyataan, terobosan ini menjadi langkah besar menuju pengembangan jaringan buatan laboratorium yang dapat ditanamkan untuk menangani cedera, luka bakar, maupun kebutuhan operasi.