Beranda Internasional Pemimpin Hamas Tolak Tuntutan Pelucutan Senjata, Saran Gencatan Senjata Jangka Panjang

Pemimpin Hamas Tolak Tuntutan Pelucutan Senjata, Saran Gencatan Senjata Jangka Panjang

Dalam pidatonya di Forum Al Jazeera di Doha pada Minggu, ia menyatakan bahwa melucuti senjata suatu bangsa yang sedang dijajah sama dengan menjadikan mereka korban yang mudah untuk dihabisi.

0
Pemimpin politik Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal

CARAPANDANG - Pemimpin politik Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal, dengan tegas menolak seruan untuk melucuti kelompok-kelompok bersenjata Palestina di Gaza. Dalam pidatonya di Forum Al Jazeera di Doha pada Minggu, ia menyatakan bahwa melucuti senjata suatu bangsa yang sedang dijajah sama dengan menjadikan mereka korban yang mudah untuk dihabisi.

Meshaal menanggapi diskusi mengenai penyerahan senjata Hamas sebagai bagian dari upaya yang telah berlangsung seabad untuk menetralisir perlawanan bersenjata Palestina.

"Dalam konteks rakyat kami masih berada di bawah pendudukan, membicarakan pelucutan senjata adalah upaya untuk membuat rakyat kami menjadi korban yang mudah dibasmi oleh Israel, yang dipersenjatai dengan seluruh persenjataan internasional," ujarnya seperti dikutip Al Jazeera.

Ia menekankan bahwa isu sebenarnya adalah pendudukan dan hak rakyat untuk melawan.

"Masalahnya bukan Hamas dan pasukan perlawanan di Gaza yang harus memberikan jaminan; masalahnya adalah Israel, yang ingin mengambil senjata Palestina, dan menyerahkannya ke milisi untuk menciptakan kekacauan," tambah Meshaal.

Sebagai alternatif dari pelucutan senjata, Meshaal mengusulkan gencatan senjata jangka panjang.

"Hamas mengusulkan gencatan senjata selama lima hingga tujuh sampai 10 tahun. Ini adalah jaminan bahwa senjata-senjata ini tidak digunakan," jelasnya.

Ia juga menyatakan bahwa negara-negara mediator yang memiliki hubungan erat dengan Hamas dapat menjadi penjamin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait