Beranda Internasional Pemimpin Hamas Tolak Tuntutan Pelucutan Senjata, Saran Gencatan Senjata Jangka Panjang

Pemimpin Hamas Tolak Tuntutan Pelucutan Senjata, Saran Gencatan Senjata Jangka Panjang

Dalam pidatonya di Forum Al Jazeera di Doha pada Minggu, ia menyatakan bahwa melucuti senjata suatu bangsa yang sedang dijajah sama dengan menjadikan mereka korban yang mudah untuk dihabisi.

0
Pemimpin politik Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal

Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bulan lalu menuntut demiliterisasi komprehensif Hamas.

Sementara itu, fase kedua dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas, yang disetujui Oktober lalu, mencakup rencana pelucutan senjata Hamas dan penempatan pasukan penjaga perdamaian internasional.

Meshaal menilai serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel sebagai "titik balik" yang memaksa dunia membuka kembali pembahasan mendalam tentang hakikat penyebab Palestina.

Ia menyambut baik pengakuan bertambahnya negara terhadap negara Palestina, namun menilai langkah itu belum cukup.

"Faktanya 159 negara telah menyetujui atau mengakui negara Palestina adalah hal yang baik, tapi itu tidak cukup," tuturnya.

Ia menyerukan agar negara-negara Arab dan Muslim beralih dari kebijakan "defensif" ke "ofensif" di arena diplomasi untuk mengisolasi Israel secara internasional.

"Kami adalah pemilik sebab yang adil, dan yang terdakwa adalah pihak yang melakukan kejahatan perang genosida," pungkas Meshaal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait