Pengumuman resmi mengenai kebijakan ini akan disampaikan langsung oleh Kepala BGN Dadan Hindayana setelah melalui pembahasan lebih lanjut.
Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp335 triliun untuk kelanjutan program MBG. Dari jumlah tersebut, belanja yang disalurkan melalui BGN mencapai Rp268 triliun, sementara Rp67 triliun sisanya dicadangkan.
Meski demikian, sejumlah ekonom menilai pemangkasan satu hari operasional belum cukup menjawab tekanan fiskal.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa penghematan tersebut tidak akan signifikan, terutama jika harga minyak mentah global bertahan tinggi di kisaran US$90–US$100 per barel.
"Kalau tekanan harga minyak mentah persisten di level tinggi, belanja subsidi energi tidak akan kuat. Ini membutuhkan anggaran jauh lebih besar untuk direalokasi," ujar Bhima.
Sebagai informasi, hingga 9 Maret 2026, program MBG telah menjangkau 61,62 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, didukung oleh 25.082 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang tersebar di berbagai daerah.