Ummu Jamil adalah wanita yang suka mengadu domba dan menyulut api permusuhan di tengah masyarakat. Ia memiliki kalung mahal dari permata, “Demi al-Lat dan al-Uzza, akan kuinfakkan kalung ini untuk memusuhi Muhammad”, katanya. Allah ﷻ gantikan kalung indah itu dengan tali dari api Jahannam untuk mengikat lehernya di neraka.
Ketika Allah ﷻ menurunkan surat al-Masad yang mencelanya dan sang suami, wanita celaka ini langsung mencari Rasulullah ﷺ. Sambil membawa potongan batu tajam, ia masuk ke Masjid al-Haram. Rasulullah ﷺ bersama Abu Bakar berada di sana. Saat telah dekat, Allah ﷻ butakan pandangannya dari melihat Rasulullah ﷺ. Ia hanya melihat Abu Bakar. Tak ada Muhammad ﷺ di sampingnya.
“Wahai Abu Bakar, aku mendengar temanmu itu mengejekku dan suamiku! Demi Allah, kalau aku menjumpainya akan aku pukul wajahnya dengan batu ini!!” Cercanya penuh emosi.
Kemudian ia bersyair,
Orang tercela kami tentang
Urusan kami mengabaikannya
Dan agamanya kami tidak suka
Ia ganti nama Muhammad (yang terpuji) dengan Mudzammam (yang tercela). Kemudian ia pergi.
Abu Bakar bertanya heran, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mengira dia melihatmu?”
“Dia tidak melihatku. Allah telah menutupi pandangannya dariku”, jawab Rasulullah ﷺ.