Beranda Internasional Militer AS Dihantam Krisis Besar

Militer AS Dihantam Krisis Besar

Trump saat itu menyebut Hegseth sebagai sosok yang suka perang. Komentar tersebut disampaikan sambil tersenyum dan menepuk lengan Hegseth

0
Hegseth

Dalam cerita itu, Hegseth menggambarkan dirinya dipenuhi kecemasan karena tidak bisa menemukan senjata dan berharap tidak ada orang yang menyadarinya.

Namun, bagi para pemimpin militer besar AS, kesiapan untuk membunuh saat diperintahkan hanyalah syarat dasar. Mereka biasanya menuntut lebih dari para calon pemimpin militer.

Ketika Eisenhower kembali berbicara di West Point sebagai presiden pada 1955, dia menekankan bahwa perubahan teknologi dan munculnya senjata baru yang jauh lebih menghancurkan membuat para kadet membutuhkan kebijaksanaan dan kehati-hatian.

Menurut Eisenhower, para kadet tidak hanya harus siap memimpin perang. Mereka juga perlu memahami aspirasi ekonomi, politik, dan spiritual bangsa lain.

Dia mengatakan hidup mereka seharusnya dicurahkan dengan serius untuk memimpin menuju perdamaian, sama seriusnya dengan mempersiapkan diri menghadapi tugas perang.

MacArthur juga pernah menekankan pentingnya pikiran terbuka dan kebijaksanaan sejati. Dia mengingatkan bahwa masalah besar negara bukanlah urusan profesional militer untuk diselesaikan dengan cara militer.

Pesan itu terasa kuat, mengingat MacArthur sendiri pernah dipecat Presiden Harry Truman pada 1951 karena menolak gencatan senjata di Korea. dilansir cnbcindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait