CARAPANDANG - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait pencopotan Luky Alfirman dari jabatan Direktur Jenderal Angkatan Kementerian Keuangan. Purbaya mengaitkan mutasi tersebut dengan lolosnya anggaran pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun sebelumnya telah ditolaknya.
Pencopotan jabatan Luky Alfirman dilakukan pada 21 April 2026, bersamaan dengan pemberhentian Febrio Nathan Kacaribu dari posisi Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal. Namun, isu ini mengemuka setelah pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,05 triliun oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik.
"Motor MBG, mungkin. Anda tebak saja sendiri," ujar Purbaya dengan nada sinis saat dikonfirmasi awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026)
Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa mutasi tersebut bukanlah rotasi rutin tahunan seperti yang sebelumnya disampaikan, melainkan respons atas temuan "kebobolan" sistem di internal Direktorat Jenderal Anggaran.
Konteks pencopotan ini bermula dari pengakuan Purbaya bahwa dirinya merasa "kecolongan" karena pengadaan motor listrik untuk BGN tetap berjalan meskipun proposalnya telah ditolak pada tahun lalu.
Ia menjelaskan bahwa adanya celah keamanan pada perangkat lunak (software) milik Ditjen Anggaran menyebabkan pos anggaran yang seharusnya diblokir justru lolos dan terealisasi.