Untuk tahun anggaran 2026, alokasi Rp335 triliun akan disalurkan terutama melalui Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar Rp268 triliun. Sisa dana Rp67 triliun (20%) dicadangkan.
Rincian dari Kepala BGN Dadan Hindayana pada September 2025 menyebutkan, 95,4% anggaran (Rp255,5 triliun) akan difokuskan untuk program pemenuhan gizi nasional, sedangkan 4,6% (Rp12,4 triliun) untuk dukungan manajemen. Program ini juga telah melibatkan 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menyerap 789.319 pekerja.