Beranda Internasional Israel Tekor Rp49 Triliun per Pekan Akibat Perang Dua Front Melawan Iran dan Hizbullah

Israel Tekor Rp49 Triliun per Pekan Akibat Perang Dua Front Melawan Iran dan Hizbullah

Angka tersebut muncul dari pembekuan aktivitas ekonomi nasional menyusul instruksi ketat Komando Front Dalam Negeri Israel (IDF) yang memberlakukan status "merah" melarang aktivitas perkantoran, menutup lembaga pendidikan, dan membatasi mobilitas warga hanya untuk layanan esensial.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Eskalasi militer yang melibatkan Israel di dua front sekaligus, yakni melawan Iran dan Hizbullah di Lebanon, mulai menghancurkan perekonomian negara Zionis tersebut. Kementerian Keuangan Israel mengungkapkan bahwa negeri itu menanggung kerugian ekonomi fantastis mencapai 9,4 miliar shekel atau setara Rp49 triliun per pekan akibat perang yang meluas di kawasan Timur Tengah.

Angka tersebut muncul dari pembekuan aktivitas ekonomi nasional menyusul instruksi ketat Komando Front Dalam Negeri Israel (IDF) yang memberlakukan status "merah", melarang aktivitas perkantoran, menutup lembaga pendidikan, dan membatasi mobilitas warga hanya untuk layanan esensial.

Kondisi ini diperparah dengan mobilisasi besar-besaran pasukan cadangan yang ikut menyedot anggaran negara.

Dalam surat resmi kepada Mayor Jenderal Shai Klapper, pejabat Kementerian Keuangan Ilan Rom mendesak agar pembatasan segera dilonggarkan dari level "merah" ke level "oranye" yang memperbolehkan aktivitas terbatas.

Jika hanya beralih ke level oranye, kerugian bisa ditekan menjadi 4,5 miliar shekel (Rp24 triliun) per pekan.

"Setelah dua setengah tahun ekonomi terus menerus tertekan biaya keamanan yang melonjak dan dampak luas perang melawan Hamas, kita butuh solusi yang bisa menjaga keamanan belakang dan mempertahankan vitalitas ekonomi secara bersamaan," tegas Rom belum lama ini.

Sayangnya, Komando Front Dalam Negeri IDF menolak berkomentar saat dikonfirmasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait