Ia juga meninjau proses pembelajaran menggunakan papan interaktif digital di SMK Negeri 1 Kota Sorong dan berdialog dengan para guru terkait pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Menurut dia, penggunaan perangkat digital mampu meningkatkan semangat belajar siswa dan mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif.
"Pengawasan terhadap program revitalisasi dilakukan secara ketat melalui sistem pelaporan, pendampingan konsultan, serta pemeriksaan keuangan agar pelaksanaan pembangunan berjalan transparan dan akuntabel," jelasnya.
Untuk program revitalisasi 2025, Kabupaten Sorong menerima bantuan bagi 15 sekolah dengan total anggaran Rp22,67 miliar, sedangkan Kota Sorong menerima bantuan untuk 12 sekolah senilai Rp4,94 miliar.
Sementara pada program revitalisasi 2026, Kabupaten Sorong mendapat alokasi bagi 34 sekolah dengan nilai anggaran Rp16,59 miliar dan Kota Sorong untuk lima sekolah dengan total anggaran Rp3,65 miliar.