Dengan cara yang sama, kita bisa melihat Tuhan melalui efek yang paling nyata: alam semesta dan ciptaan-Nya. Sama halnya dengan lubang hitam, kita juga bisa memahami keberadaan Tuhan dari efek-efek-Nya. Coba lihat ciptaan-Nya yang begitu luar biasa—alam semesta yang teratur, kehidupan yang kompleks, hingga keindahan yang tak terhingga. Semua ini mendorong kita pada satu kesimpulan: pasti ada seorang Pencipta dan Perancang di baliknya. Lebih dari itu, akal sehat dan moral yang kita miliki menunjukkan bahwa ada sumber kebaikan yang menciptakan kita, yaitu Tuhan yang Maha Baik.
Dukungan lain datang dari Al-Qur'an. Ketika kita membaca dan merenungi isinya, kita sampai pada keyakinan bahwa kitab ini berasal dari Tuhan, yang secara langsung menegaskan keberadaan-Nya. Jadi, meskipun kita tidak melihat-Nya, kita tetap bisa percaya pada-Nya.
Mungkin Anda bertanya, "Kenapa Tuhan tidak menampakkan Diri-Nya secara langsung agar kita yakin sepenuhnya?" Pertanyaan ini sebenarnya didasarkan pada dua asumsi; bahwa Tuhan adalah sesuatu yang bisa dilihat dengan mata dan bahwa mata kita mampu melihat segala sesuatu, termasuk Tuhan.