Konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Banjarbaru tercatat mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui ambang batas kategori berbahaya.
Kabut asap tebal mengganggu jarak pandang di Jalur Trans Kalimantan dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Sebuah truk pengangkut puluhan motor baru terbalik di Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar. Sopir truk mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Merespons meluasnya bencana, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 4 September 2026.
Bupati Kobar, Nurhidayah, menyatakan perpanjangan ini diambil karena ancaman karhutla masih tinggi dan luas lahan terbakar mencapai 859,49 hektare.