Seiring berkembangnya karya-karya animasi Walt, perusahaan kecil yang awalnya bernama Disney Brothers Studio berganti nama menjadi The Walt Disney Studio, dan akhirnya menjadi The Walt Disney Company pada tahun 1986—dua dekade setelah kematian Walt. Namun pondasinya telah dibangun sejak tahun 1923, ketika Walt dan kakaknya, Roy O. Disney, menandatangani kontrak distribusi pertama untuk serial Alice Comedies. Inilah cikal bakal perusahaan hiburan terbesar di dunia saat ini.
Perusahaan ini mencapai tonggak besar setelah kesuksesan Snow White. Dengan laba dari film tersebut, Walt membangun studio animasi canggih di Burbank, California—langkah besar untuk memperkuat posisinya sebagai pelopor teknologi animasi. Di masa-masa berikutnya, Disney terus merilis film-film legendaris seperti Pinocchio (1940), Fantasia (1940), dan Bambi (1942). Di masa Perang Dunia II, studio ini bahkan memproduksi film propaganda atas permintaan pemerintah AS.
Tahun 1955 menjadi era baru, bukan hanya karena Disneyland, tetapi juga karena Walt memperluas perusahaan ke televisi. Program seperti The Mickey Mouse Club dan The Wonderful World of Disney memperluas jangkauan Disney ke jutaan rumah tangga di Amerika. Dari sinilah, popularitas The Walt Disney Company melonjak sebagai penguasa hiburan keluarga.