Beranda Sejarah Kisah Alex Kawilarang Melawan Ketidakadilan, bukan Republik

Kisah Alex Kawilarang Melawan Ketidakadilan, bukan Republik

0
Alex Kawilarang melawan ketidakadilan, bukan Republik

Jakarta (ANTARA) - Kopral Satibi panik. Ia baru saja mendapatkan laporan warga mengenai kedatangan dua serdadu Belanda ke arah mereka. Serdadu itu segera memberitahukan kawan-kawan satu seksinya untuk bersiap di titik-titik strategis.

"Kami tidak menyangka tentara Belanda bisa menemukan posisi kami yang ada di pelosok terpencil," kata Satibi, seperti disitir dari laman Historia.id, mengenang peristiwa di Kalapa Nunggal, Cianjur, pada 1947 tersebut.

Pasukan kecil Satibi sudah siap menembak saat dua lelaki berpakaian khaki muncul, ketika tiba-tiba salah satu lelaki tersebut berteriak, "Heh kalian itu kenapa? Di sini saya Kawilarang, komandan TNI" ujarnya.

Satibi adalah mantan anak buah A.E Kawilarang di Brigade II Suryakancana, Divisi Siliwangi.

Alexander Evert Kawilarang, atau Alex demikian teman-temannya memanggil dia, memang kerap disangka tentara musuh karena postur tubuhnya mirip orang Belanda. Penampilannya itu menjadi kamuflase alami ketika ia harus melakukan pengintaian ke daerah yang dikuasai Belanda. Pada masa memimpin operasi gerilya di Jawa Barat, ia disebutkan beberapa kali menyamar untuk menembus wilayah musuh.

Kawilarang adalah tokoh dengan perjalanan yang kompleks. Ia pejuang kemerdekaan, pendiri pasukan elite, dan penumpas pemberontakan. Ironisnya, ia kemudian justru bergabung dalam Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta), sebuah gerakan melawan pemerintah pusat di Sulawesi Utara, sebelum akhirnya kembali berdamai dengan Republik.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait