Selama masa studi, Tasya aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB, menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai forum di New York, magang di Kementerian ESDM, serta mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Ia juga lulus tepat waktu dengan IPK 3,75.
Setelah menyelesaikan studi, Tasya menjalani Masa Bakti LPDP 2n+1 pada periode 2018–2023. Ia membeberkan sejumlah kontribusi yang dilakukannya, antara lain menjadi jembatan antara pemerintah dan publik dalam kapasitasnya sebagai figur publik, melakukan gerakan akar rumput untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia.
Kemudian, Tasya juga memberdayakan pemuda Indonesia melalui talkshow dan workshop, serta memanfaatkan platform media sosial untuk mengedukasi masyarakat terkait isu lingkungan, parenting, dan kesehatan.
Tasya menegaskan bahwa LPDP tidak menuliskan secara eksplisit bentuk kontribusi yang harus diberikan, melainkan mempercayakan kepada masing-masing awardee untuk berkontribusi sesuai kapasitasnya.
Ia juga menekankan bahwa kontribusi kepada negeri tidak berhenti di masa bakti, melainkan merupakan komitmen seumur hidup.
"Di zaman sekarang, aku rasa ada banyak cara dan kesempatan bagi kita untuk berkontribusi kepada negeri. Baik itu secara konvensional (seperti bekerja di kantor), maupun secara modern (seperti menjadi influencer yang bisa menggerakkan semangat hingga suatu aksi bisa menjadi policy," tulis Tasya.