Krisis ekologis yang terjadi, kata Laurencus, mulai dari persoalan sampah, kerusakan ekosistem, hingga tekanan terhadap sumber daya alam membutuhkan kepemimpinan yang berpihak pada keberlanjutan dan keadilan ekologis.
Oleh sebab itu, kepemimpinan Jumhur Hidayat diharapkan dapat mendorong integrasi antara kebijakan lingkungan, keadilan sosial, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Menurut dia, Jumhur pernah memimpin organisasi buruh nasional dan memiliki pengalaman di pemerintahan sehingga dinilai memiliki kapasitas untuk menjembatani kepentingan lingkungan dengan aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, PENA memandang tantangan sektor lingkungan hidup ke depan tidak hanya berkutat pada isu teknokratis, tetapi juga menyangkut perubahan paradigma pembangunan.
Krisis ekologis yang terjadi, kata Laurencus, mulai dari persoalan sampah, kerusakan ekosistem, hingga tekanan terhadap sumber daya alam membutuhkan kepemimpinan yang berpihak pada keberlanjutan dan keadilan ekologis.
Oleh sebab itu, kepemimpinan Jumhur Hidayat diharapkan dapat mendorong integrasi antara kebijakan lingkungan, keadilan sosial, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Lebih lanjut, PENA menekankan pentingnya penguatan tata kelola lingkungan, termasuk implementasi kebijakan jangka panjang serta perlindungan ekosistem strategis, seperti mangrove yang menjadi fondasi masa depan lingkungan Indonesia.