Beranda Internasional Israel Tekor Rp49 Triliun per Pekan Akibat Perang Dua Front Melawan Iran dan Hizbullah

Israel Tekor Rp49 Triliun per Pekan Akibat Perang Dua Front Melawan Iran dan Hizbullah

Angka tersebut muncul dari pembekuan aktivitas ekonomi nasional menyusul instruksi ketat Komando Front Dalam Negeri Israel (IDF) yang memberlakukan status "merah" melarang aktivitas perkantoran, menutup lembaga pendidikan, dan membatasi mobilitas warga hanya untuk layanan esensial.

0
Ilustrasi

Militer Israel sendiri diperkirakan akan melanjutkan operasi di Iran setidaknya 1-2 pekan ke depan, dengan target ribuan fasilitas militer dan pemerintahan Iran.

Tekanan ekonomi ini terjadi di tengah meluasnya operasi militer Israel. Selain menggempur Iran sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Israel juga melancarkan serangan darat dan udara besar-besaran ke Lebanon untuk menghancurkan infrastruktur militer Hizbullah.

Hizbullah, yang didukung penuh Iran, telah menembakkan puluhan roket ke wilayah Israel, termasuk ke pangkalan angkatan laut di Haifa.

Meskipun sejauh ini tidak ada laporan korban sipil massal di Israel, tekanan psikologis dan ancaman keamanan memaksa pemerintah mempertahankan kebijakan pembatasan ketat.

Secara strategis, Israel berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka ingin menghancurkan kekuatan Hizbullah yang dianggap sebagai tentara bayaran Iran.

Namun di sisi lain, serangan yang terus berlanjut berisiko merusak hubungan rapuh dengan pemerintahan baru Lebanon yang ingin melepaskan diri dari cengkeraman Hizbullah.

"Operasi ini tidak dilihat sebagai anti-Lebanon, tapi pro-Lebanon, dengan melenyapkan musuh dari dalam," kata Shira Efron, analis Israel dari RAND Corporation.

"Masalahnya, kita tahu bagaimana ini dimulai, tapi tak tahu bagaimana ini berakhir," tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait