Menlu Iran juga menyinggung situasi di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia. Ia mengatakan Iran belum menutup selat tersebut, tetapi membatasi akses bagi kapal AS dan Israel, sementara kapal negara lain masih bisa melintas dengan pengamanan.
Selain itu, ia menyebut sekitar 440 kilogram material uranium Iran masih berada di bawah pengawasan International Atomic Energy Agency (IAEA). Araghchi menegaskan bahwa masa depan program nuklir Iran akan bergantung pada perkembangan situasi ke depan.
Iran Pilih Lanjut Perang, Tolak Negaosiasi dan Gencata Senjata dengan AS
Menlu Iran mengatakan serangan yang dilakukan AS dan Israel merupakan pilihan perang. Dan Iran siap memilih pilihan tersebut.