CARAPANDANG - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan penjualan minyak dan produk petrokimia menjadi jauh lebih mudah setelah penandatanganan nota kesepahaman dengan Amerika Serikat.
“Kondisi penjualan minyak dan produk petrokimia menjadi jauh lebih mudah,” kata Baghaei dalam konferensi pers di Teheran pada Selasa.
Sehari sebelumnya, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) di Departemen Keuangan Amerika Serikat menerbitkan lisensi umum yang mengizinkan transaksi terkait produksi, penjualan, pengiriman, dan pembongkaran minyak, produk petrokimia, serta produk minyak bumi Iran hingga 21 Agustus.
Menurut Baghaei, perkembangan itu terjadi setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman yang mengatur sejumlah langkah untuk meredakan ketegangan.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani secara jarak jauh oleh Iran dan Amerika Serikat pada 18 Juni dini hari.
Dokumen itu memuat kesepakatan untuk mengakhiri konflik militer yang pecah pada 28 Februari, sekaligus menetapkan jadwal bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Selain itu, Iran juga berkomitmen memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sesuai dengan tahapan yang disepakati dalam nota kesepahaman tersebut.