Beranda Ekonomi Indonesia Hentikan Impor Solar Tahun Ini, B50 Resmi Berlaku Juli

Indonesia Hentikan Impor Solar Tahun Ini, B50 Resmi Berlaku Juli

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan kebijakan ini merupakan langkah strategis mewujudkan kedaulatan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

CARAPANDANG - Pemerintah secara resmi menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai tahun 2026, menyusul penerapan mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang akan diluncurkan pada 1 Juli mendatang.

Mengutip laporan ANTARA, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan kebijakan ini merupakan langkah strategis mewujudkan kedaulatan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

"Mulai tahun ini kita tidak lagi melakukan impor solar," tegas Bahlil dalam acara CNBC Energy Forum dikutip ANTARA, Kamis (25/6).

Saat ini, total konsumsi solar nasional mencapai 39 juta kiloliter (KL), dengan mandatori B40 yang telah berjalan.

Bahan bakar nabati (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) yang berasal dari crude palm oil (CPO) dicampur dengan metanol kemudian diolah menjadi solar.

Dengan implementasi B50, pemerintah memperkirakan mampu memenuhi kebutuhan domestik hingga 300 ribu barel per hari.

"Jadi artinya impor solar, impor crude kita yang 1 juta barel per day itu tinggal sekitar 700 ribu barel per day, karena 300 ribu barelnya itu dikonversi dengan B50," jelas Bahlil.

Kebijakan B50 diperkirakan akan menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun pada tahun ini.

Sebelumnya, pemanfaatan biodiesel periode 2020-2025 telah menghemat devisa hingga 40,71 miliar dolar AS.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia swasembada energi dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait