Namun, konteks tetap penting. Makan sosis sesekali tidak otomatis membuat kamu kena kanker. Risiko meningkat terutama pada pola konsumsi rutin jangka panjang, terlebih jika diiringi rendahnya asupan serat, kurang aktivitas fisik, dan merokok.
2. Alkohol
Minuman beralkohol termasuk dalam daftar karsinogen Grup 1 IARC dengan bukti kuat terkait beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, hati, kolorektal, mulut, tenggorokan, dan esofagus. Bahkan konsumsi dalam jumlah yang dianggap “sedikit” tetap dikaitkan dengan peningkatan risiko tertentu.
Salah satu faktor utama adalah etanol yang dipecah tubuh menjadi asetaldehida, senyawa toksik yang dapat merusak DNA dan mengganggu proses perbaikan sel. Selain itu, alkohol juga meningkatkan stres oksidatif dan peradangan kronis yang dapat memicu perkembangan kanker. Tidak ada tingkat konsumsi alkohol yang benar-benar bebas risiko untuk kanker. Ini menjadi tantangan karena alkohol sering dikaitkan dengan budaya sosial dan dianggap “aman” jika sesekali dinikmati.
Meski demikian, risiko tetap bergantung pada jumlah dan frekuensi konsumsi. Makin tinggi konsumsi alkohol, makin besar pula risiko jangka panjangnya. Kombinasi alkohol dan merokok bahkan dapat meningkatkan risiko kanker mulut dan tenggorokan secara signifikan.