Sebuah studi menunjukkan bahwa mikroplastik di atmosfer dapat berpindah jarak jauh dan masuk ke rantai makanan terestrial, termasuk produk lebah seperti madu. Temuan ini memperluas pemahaman bahwa mikroplastik bukan hanya masalah laut, tetapi juga udara.
14. Gula dan pemanis
Penelitian awal mendeteksi mikroplastik dalam gula dan pemanis, terutama yang diproduksi dan dikemas secara massal. Sumber kontaminasi diduga berasal dari lingkungan pabrik, debu udara, serta kemasan plastik. Walaupun data mengenai gula masih lebih terbatas dibanding makanan laut atau air minum, tetapi keberadaannya tetap perlu diperhatikan karena gula digunakan secara luas dalam makanan dan minuman olahan.
15. Makanan ultraproses dalam kemasan plastik
Terakhir adalah makanan ultraproses yang dikemas dalam plastik, seperti camilan, mi instan, dan makanan siap saji. Penelitian menunjukkan bahwa kemasan plastik dapat melepaskan mikroplastik, terutama saat terkena panas atau gesekan. Studi eksperimental menunjukkan bahwa pemanasan makanan dalam wadah plastik, termasuk microwave, dapat meningkatkan pelepasan partikel mikroplastik dan nanoplastik ke dalam makanan.
Karena konsumsi makanan ultraproses terus meningkat secara global, kategori ini dipandang sebagai salah satu jalur paparan mikroplastik yang paling dapat dimodifikasi melalui perubahan kebiasaan konsumsi.