Penelitian yang menguji sampel daging ayam dan sapi menemukan partikel mikroplastik berukuran kecil, terutama serat sintetis. Serat ini kemungkinan besar berasal dari lingkungan kandang, debu udara, atau pakaian kerja berbahan sintetis di fasilitas pemrosesan.
Walaupun jumlah mikroplastik dalam daging umumnya lebih rendah dibanding makanan laut, tetapi konsumsi daging yang rutin dan dalam porsi besar tetap menjadikannya salah satu kontributor paparan mikroplastik yang perlu diperhitungkan secara kumulatif.
12. Produk susu (susu, keju, yoghurt)
Produk susu juga tidak sepenuhnya bebas dari mikroplastik. Studi yang menganalisis susu cair dan produk olahannya menemukan partikel mikroplastik dalam jumlah kecil, yang diduga berasal dari proses pemerahan, penyimpanan, serta pengemasan.
Kemasan plastik dan selang industri yang digunakan dalam sistem pengolahan susu modern menjadi salah satu sumber potensial pelepasan mikroplastik. Selain itu, debu udara di fasilitas produksi juga dapat berkontribusi terhadap kontaminasi silang. Meskipun konsentrasi mikroplastik pada produk susu relatif rendah, tetapi konsumsi harian dan luasnya penggunaan produk ini membuatnya relevan dalam perhitungan total paparan mikroplastik seumur hidup.
13. Madu
Beberapa penelitian menemukan mikroplastik dalam madu dari berbagai wilayah dunia. Kontaminasi ini diyakini berasal dari partikel plastik di udara yang kemudian mengendap pada bunga dan terbawa kembali ke sarang lebah.