Beranda Umum Hadapi Ketidakpastian Global, Menteri ESDM Gaungkan Kolaborasi Energi Antarnegara

Hadapi Ketidakpastian Global, Menteri ESDM Gaungkan Kolaborasi Energi Antarnegara

Isu ketahanan energi kembali mengemuka akibat konflik Timur Tengah yang memperburuk ketegangan geopolitik

0
Bahlil

Meski mendorong kolaborasi, Menteri Bahlil menegaskan setiap negara perlu memprioritaskan kepentingan domestik, jika kerja sama yang saling menguntungkan tidak tercapai. "Sebagai salah satu negara importir minyak, jika kebutuhan minyak tersebut tidak dapat kami amankan, maka kami tidak memiliki pilihan kecuali untuk memanfaatkan potensi energi yang ada di dalam negeri termasuk meningkatkan porsi crude palm oil (CPO) yang diubah menjadi biodiesel," ujarnya.

Indonesia saat ini merupakan produsen dan eksportir CPO terbesar dunia dengan volume ekspor mencapai 30 juta ton per tahun.

Satu hal, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyoroti paradoks dalam transisi energi global. "Meski ada Perjanjian Paris yang mendesak transisi dari batu bara, namun faktanya, saat ini banyak negara yang meningkatkan impor batu baranya dari Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah tetap berkomitmen mendorong transisi energi melalui diversifikasi sumber energi. Komitmen itu diwujudkan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berdaya 100 gigawatt (GW). "Indonesia sangat berkomitmen untuk terus mendorong transisi energi termasuk melalui program PLTS 100 GW dengan prioritas jangka pendek berupa eliminasi PLTD diesel dengan PLTS," kata Bahlil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait